
Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik).
Faktor-Faktor Motivasi
Proses psikologis di dalam diri seseorang yang menimbulkan motivasi dipengaruhi oleh berbagai faktor. Adapun faktor-faktor motivasi adalah sebagai berikut:
1. Faktor Internal (Intern)
Faktor internal adalah faktor motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang. Motivasi internal timbul karena adanya keinginan individu untuk memiliki prestasi dan tanggungjawab di dalam hidupnya.
Beberapa hal yang termasuk dalam faktor internal adalah:
- Harga diri dan Prestasi, yaitu motivasi di dalam diri seseorang untuk mengembangkan kreativitas dan mengerahkan energi untuk mencapai prestasi yang meningkatkan harga dirinya.
- Kebutuhan, setiap individu memiliki kebutuhan di dalam hidupnya sehingga orang tersebut menjadi termotivasi untuk melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
- Harapan, yaitu sesuatu yang ingin dicapai seseorang di masa mendatang yang mempengaruhi sikap dan perasaan subjektif orang tersebut.
- Tanggungjawab, yaitu motivasi di dalam diri seseorang agar bekerja dengan baik dan hati-hati untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas.
- Kepuasan kerja, yaitu motivasi dalam diri seseorang karena dapat melakukan suatu pekerjaan tertentu.
2. Faktor Eksternal (Ekstern)
Faktor eksternal adalah faktor motivasi yang berasal dari luar diri seseorang. Motivasi eksternal timbul karena adanya peran dari luar, misalnya organisai, yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupannya.
Beberapa hal yang termasuk dalam faktor eksternal adalah:
- Jenis dan sifat pekerjaan, yaitu dorongan di dalam diri seseorang untuk bekerja pada jenis dan sifat pekerjaan tertentu. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh besar imbalan yang didapatkan pada pekerjaan tersebut.
- Kelompok kerja, yaitu organisasi dimana seseorang bekerja untuk mendapatkan penghasilan bagi kebutuhan hidupnya.
- Kondisi kerja, yaitu keadaan dimana seseorang bekerja sesuai dengan harapannya (kondusif) sehingga dapat bekerja dengan baik.
- Keamanan dan keselamatan kerja, yaitu perlindungan yang diberikan oleh organisasi terhadap jaminan kemanan dan keselamatan seseorang dalam bekerja.
- Hubungan interpersonal, yaitu hubungan antara teman sejawat, dengan atasan, dan dengan bawahan. Dalam hal ini, setiap orang ingin dihargai dan menghargai dalam organisasi sehingga tercipta suasana kerja yang harmonis.
Fungsi dan Tujuan Motivasi
Pada dasarnya, fungsi motivasi adalah sebagai pendorong atau daya tarik pada seorang individu untuk melakukan suatu tindakan dengan tingkat antusiasme yang tinggi. Selain itu, ada beberapa fungsi motivasi yang perlu Anda ketahui sebagai berikut.
1. Menentukan Arah yang Ingin Dicapai
Motivasi dapat berfungsi sebagai pengarah, maksudnya motivasi dapat menunjukkan arah terhadap kegiatan yang dilakukan oleh seorang individu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Dalam hal ini, ada dua jenis arah yang bisa dicapai, yaitu arah yang positif dan arah yang negatif.
2. Menyeleksi Perbuatan
Seseorang yang tertanam motivasi didalam dirinya akan melakukan upaya tertentu dalam melakukan tindakan yang akan dilakukannya demi mencapai hasil yang diharapkan. Dengan demikian, motivasi befungsi sebagai penyeleksi untuk membantu individu membuang perbuatan yang tidak berkaitan dengan tujuannya.
3. Menentukan Cepat atau Lambatnya Suatu Tindakan
Motivasi juga dapat berfungsi sebagai promotor, yaitu mesin penggerak yang memberikan kekuatan bagi individu untuk melakukan suatu tindakan tertentu. Seseorang yang termotivasi akan menentukan upaya apa yang harus ditempuh agar tujuan semakin cepat tercapai.
Menurut Hasibuan, pemberian motivasi terhadap seorang individu akan menghasilkan tujuan seperti berikut ini
- Memberikan dorongan atau semangat terhadap bawahannya
- Meningkatkan produktivitas seorang pegawai dalam bekerja
- Mempertahankan tingkat loyalitas karyawan sehingga tetap bertahan dalam perusahaan
- Meningkatkan kedisiplinan karyawan untuk mengurangi angka absensi karyawan
- Menciptakan suasana kerja yang kondusif dan hubungan kerja yang baik antar rekan kerja
- Menjadikan karyawan lebih kreatif dan selalu berpartisipasi dalam kegiatan kantor
- Menumbuhkan rasa tanggung jawab bagi karyawannya terhadap tugas-tugas yang diterima
Leave a comment