- Keberanian
dalam memulai suatu bisnis yang pertama kita harus punya ke beranian . Kenapa harus Keberaniaan???
Tanpa keberaniaan sesorang tak akan mampu untuk menjalankan ataupun memulai bisnis nya karena mereka akan takut dengan pikiran pikiran mereka tentang kegagalan yang akan terjadi dengan bisnis mereka. Kebanyakan orang terlalu banyak berpikir tanpa aksi yang akhirnya itu hanya akan ada dikepalanya tanpa pernah menjadi kenyataan. Juga kebanyakan orang terlalu takut kepada hal yang sebenarnya belum tentu terjadi juga. Coba bayangkan jika anda berani menghadapi resiko meskipun anda akan jatuh miskin karena bisnis anda pun jika anda berani setidaknya anda akan memulai bisnis tersebut.
- Ide
Mulai dengan mencari ide: Hal apa yang sulit didapat di area tempat tinggalmu? Apa yang biasanya sering dibutuhkan oleh teman-temanmu? “Cari tahu apa kekurangan di area sekitarmu,” ujar Amy Wilkinson, pengarang The Creator’s Code sekaligus dosen Stanford Graduate School of Business. Mungkin saja kotamu memiliki banyak tempat wisata namun tidak ada tour guide yang resmi, atau mungkin ada banyak studio yoga di kota kamu namun jarang ditemukan kelas cycling. Nah, dari sekian banyak opsi, pilih satu jenis bisnis yang sekiranya paling kamu minati. “Ketika kamu ingin membangun suatu bisnis, kamu harus sudah siap untuk berkomitmen penuh terhadap bisnis tersebut. Maka dari itu pilih yang paling sudah pasti kamu sukai,” ujar Amy.
- Cari tahu siapa kompetitormu
Semisal, kamu ingin membangun kafe burger yang gluten-free, cari tahu ada berapa banyak restoran burger dalam jarak 10 kilometer dari kafemu, lalu lihat seberapa banyak yang gluten-free. Tidak ada? Berarti ide tersebut boleh dicoba. Tapi ingat, kamu mungkin harus berkompetisi dengan kafe lainnya yang serupa di luar jarak tersebut. Pastikan kamu memiliki kelebihan lainnya, semisal pesan antar 24/7.
- Seperti apa pelangganmu?
Jika kamu tak bisa menyebutkan kira-kira siapa lima pembeli produk atau jasamu, maka ide tersebut mungkin kurang menarik. Cara lainnya, tutup matamu, lalu bayangkan bahwa kamu adalah si pelanggan. Kira-kira, seperti apa profilmu? “Nama saya Hana, saya suka sekali kopi, dan saya ingin menempuh gelar master di Inggris. Selama ini orangtua saya masih mampu membantu saya dalam hal finansial. Minimal seminggu sekali, saya pasti akan membeli kopi di kafe favorit. Kopi yang saya suka seperti…” Dengan memosisikan diri kamu sebagai si pelanggan, kamu bisa mencari tahu apa yang sebenarnya para pelanggan inginkan.
- Tekad
Selanjutnya Tekad , Dalam memulai bisnis kita harus mempunyai tekad yang kuat dan pantang berhenti ditengah jalan dalam bisnis yang kita jalani. Hal ini karena dengan Tekad manusia akan terus berfikir bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah . Asalkan dengan adanya kemauan ini hal itu mungkin dapat diatasi.
Leave a comment